Latest Entries »

•Sebelum Bobo:
6 weeks: selamat bobo sayang, mimpi indah ya, mmmuach.
6 months: tolong matiin lampunya, silau nih.
6 years : Kesana-an doong… kamu tidur dempet2an
kayak mikrolet gini sih?!

•Pake Toilet:
6 weeks: ngga apa2, kamu duluan deh, aku ngga buru2
koq.
6 months: masih lama ngga nih?
6 years : brug! brug! brug! (suara pintu digedor),
kalo mau tapa di gunung kawi sono!

•Ngajarin Nyetir:
6 weeks: hati2 say, injek kopling dulu baru masukin
persenelingnya
6 months: pelan2 dong lepas koplingnya.
6 years : pantesan sering ke bengkel, masukin
persenelingnya aja kayak gini!

•Balesin SMS:
6 weeks: iya sayang, bentar lagi nyampe rumah koq, aku
beli martabak kesukaanmu dulu ya
6 months: mct bgt di jln nih
6 years : ok.

•Dating process:
6 weeks: I love U, I love U, I love U.
6 months: Of course I love U.
6 years : Ya iyalah!! kalau aku tdk cinta kamu,
ngapain nikah sama kamu??

•Back from Work:
6 weeks: Honey, aku pulang…
6 months: I’m BACK!!
6 years : Si mbok masak apa hari ini??

•Hadiah (ulang tahun):
6 weeks: Sayangku, kuharap kau menyukai cincin yang
kubeli
6 months: Aku membeli lukisan, nampaknya cocok dengan
suasana ruang tengah
6 years : Nih duitnya, loe beli sendiri deh yang loe
mau

•Telepon:
6 weeks: Baby, ada yang pengen bicara ama kamu di
telpon
6 months: Eh…ini buat kamu nih…
6 years : WOOIII TELPON BUNYI TUUUHHH….ANGKAT
DUOOONG!!!

•Masakan:
6 weeks: Wah, tak kusangka rasa makanan ini begitu
lezaattt…! !!
6 months: Kita makan apa malam ini??
6 years : HAH? MAKANAN INI LAGI?

•Apology:
6 weeks: Udah gak apa-apa sayang, nanti kita beli lagi
ya
6 months: Hati2! Nanti jatuh tuh.
6 years : KAMU GAK NGERTI2 YA DAH BERIBU2 KALI AKU
BILANGIN

•Baju baru:
6 weeks: Duhai kasihku, kamu seperti bidadari dengan
pakaian itu
6 months: Lho, kamu beli baju baru lagi?
6 years : BELI BAJU ITU HABIS BERAPA??

•Planning for Vacations:
6 weeks: Gimana kalau kita jalan2 ke Amerika atau
ketempat yg kamu mau honey?
6 months: Ke Surabaya naik bis aja ya gak usah pakai
pesawat…
6 years : JALAN2? DIRUMAH AJA KENAPA SEH? NGABISIN
UANG AJA!

•TV:
6 weeks: Baby, apa yg pengen kita tonton malam ini ?
6 months: Sebentar ya, filmnya bagus banget nih.
6 years : JANGAN DIGANTI2 DONG CHANNELNYA AH! GAK BISA
LIAT ORANG SENENG DIKIT APA ?!
(www.baitijannati.wordpres

s.com)
maaf kalo ada yang menyinggung hati, just want to make you laugh
makasih again buat dek lail

sumber : http://ameeratuljannah.multiply.com

Iklan

Sejarah telah berbicara tentang berbagai kisah yang bisa kita jadikan pelajaran dalam menapaki kehidupan. Sejarah pun

mencatat perjalanan hidup para wanita muslimah yang teguh dan setia di atas keislamannya. Mereka adalah wanita yang

kisahnya terukir di hati orang-orang beriman yang keterikatan hati mereka kepada Islam lebih kuat daripada keterikatan

hatinya terhadap kenikmatan dunia. Salah satu diantara mereka adalah Rumaisha’ Ummu Sulaim binti Malhan bin Khalid

bin Zaid bin Haram bin Jundub bin Amir bin Ghanam bin Adi bin Najar Al-Anshariyah Al-Khazrajiyah. Beliau dikenal

dengan nama Ummu Sulaim.

Siapakah Ummu Sulaim ?

Ummu Sulaim adalah ibunda Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, salah seorang sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa

sallam yang terkenal keilmuannya dalam masalah agama. Selain itu, Ummu Sulaim adalah salah seorang wanita muslimah

yang dikabarkan masuk surga oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau termasuk golongan pertama yang masuk

Islam dari kalangan Anshar yang telah teruji keimanannya dan konsistensinya di dalam Islam. Kemarahan suaminya yang

masih kafir tidak menjadikannya gentar dalam mempertahankan aqidahnya. Keteguhannya di atas kebenaran menghasilkan

kepergian suaminya dari sisinya. Namun, kesendiriannya mempertahankan keimanan bersama seorang putranya justru

berbuah kesabaran sehingga keduanya menjadi bahan pembicaraan orang yang takjub dan bangga dengan ketabahannya.

Pada saat Rasulullah menyerukan dakwah menuju tauhid, tanpa keraguan lagi Ummu Sulaim langsung memeluk agama

Islam, dan tidak peduli akan gangguan dan rintangan yang kelak akan dihadapinya dari masyarakat jahili paganis.
Namun suaminya, Malik bin Nadhir sangat marah saat mengetahui istrinya telah masuk Islam. Dengan dada gemuruh

karena emosi, ia berkata pada Ummu Sulaim: “Engkau kini telah terperangkap dalam kemurtadan!”

“Saya tidak murtad. Justru saya kini telah beriman,” jawab Ummu Sulaim dengan mantap. Dan kesungguhan Ummu Sulaim

memeluk agama Allah tidak hanya sampai di situ. Ia juga tanpa bosan berusaha melatih anaknya, Anas, yang masih kecil

untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.

Melihat kesungguhan istrinya serta pendiriannya yang tak mungkin tergoyahkan membuat Malik bin Nadhir bosan dan tak

mampu mengendalikan amarahnya. Hingga ia kemudian bertekad untuk meninggalkan rumah dan tidak akan kembali sampai

istrinya mau kembali kepada agama nenek moyang mereka. Ia pun pergi dengan wajah suram. Sayangnya, di tengah jalan

ia bertemu dengan musuhnya, kemudian ia dibunuh..

Saat mendengar kabar kematian suaminya dengan ketabahan yang mengagumkan ia berkata, “Saya akan tetap menyusui

Anas sampai ia tak mau menyusu lagi, dan sekali-kali saya tak ingin menikah lagi sampai Anas menyuruhku.”

Setelah Anas agak besar, Ummu Sulaim dengan malu-malu mendatangi Rasulullah dan meminta agar beliau bersedia

menerima Anas sebagai pembantunya. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam pun menerima Anas dengan rasa gembira.

Dan dari semua keputusannya itu, Ummu Sualim kemudian banyak dibicarakan orang dengan rasa kagum.

Dan seorang bangsawan bernama Abu Thalhah tak luput memperhatikan hal itu. Dengan rasa cinta dan kagum yang tak

dapat disembunyikan tanpa banyak pertimbangan ia langsung melangkahkan kakinya ke rumah Ummu Sulaim untuk

melamarnya dan menawarkan mahar yang mahal. Namun di luar dugaan, jawaban Ummu Sulaim membuat lidahnya menjadi

kelu dan rasa kecewanya begitu menyesakkan dada, meski Ummu Sulaim berkata dengan sopan dan rasa hormat, “Tidak

selayaknya saya menikah dengan seorang musyrik, ketahuilah wahai Abu Thalhah bahwa sesembahanmu selama ini

hanyalah sebuah patung yang dipahat oleh keluarga fulan. Dan apabila engkau mau menyulutnya api niscaya akan

membakar dan menghanguskan patung-patung itu.”

Perkataan Ummu Sulaim amat telak menghantam dadanya. Abu Thalhah tak percaya dengan apa yang ia lihat dan ia

dengar. Namun itu semua merupakan realita yang harus ia terima. Abu Thalhah bukanlah orang yang cepat putus asa.

Dikarenakan cintanya yang tulus dan mendalam terhadap Ummu Sulaim, di lain kesempatan ia datang lagi menjumpai

ibunda Anas dan mengiming-iming mahar yang lebih wah serta kehidupan kelas atas.

Sekali lagi, Ummu Sulaim muslimah yag cerdik dan pintar ini tetap teguh dengan keimanannya. Sedikit pun ia tidak

tergoda oleh kenikmatan dunia yag dijanjikan oleh Abu Thalhah. Baginya kenikmatan Islam akan lebih langgeng daripada

seluruh kenikmatan dunia. Masih dengan penolakanya yang halus ia menjawab, “Sesungguhnya saya tidak pantas menolak

orang yang seperti engkau, wahai Abu Thalhah. Hanya sayang engkau seorang kafir dan saya seorang muslimah. Maka tak

pantas bagiku menikah denganmu. Coba Anda tebak apa keinginan saya?”

“Engkau menginginkan dinar dan kenikmatan,” kata Abu Thalhah. “Sedikitpun saya tidak menginginkan dinar dan

kenikmatan. Yang saya inginkan hanya engkau segera memeluk agama Islam,” tukas Ummu Sualim tandas.

“Tetapi saya tidak mengerti siapa yang akan menjadi pembimbingku?” Tanya Abu Thalhah. “tentu saja pembimbingmu

adalah Rasululah sendiri,” tegas Ummu Sulaim.

Maka Abu Thalhah pun bergegas pergi menjumpai Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam yang mana saat itu tengah duduk

bersama para sahabatnya. Melihat kedatangan Abu Thalhah, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam berseru, “Abu

Thalhah telah datang kepada kalian, dan cahaya Islam tampak pada kedua bola matanya.”

Ketulusan hati Ummu Sulaim benar-benar terasa mengharukan relung-relung hati Abu Thalhah. Ummu Sulaim hanya akan

mau dinikahi dengan keislamannya tanpa sedikitpun tegiur oleh kenikmatan yang dia janjikan. Wanita mana lagi yang lebih

pantas menjadi istri dan ibu asuh anak-anaknya selain Ummu Sulaim? Hingga tanpa terasa di hadapan Rasulullah

shallallahu ‘alaihi wa sallam lisan Abu Thalhah basah mengulang-ulang kalimat, “Saya mengikuti ajaran Anda, wahai

Rasulullah. Saya bersaksi, bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad

adalah utusanNya.”

Ummu Sulaim tersenyum haru dan berpaling kepada anaknya Ana, “Bangunlah wahai Anas.”
Menikahlah Ummu Sulaim dengan Abu Thalhah, sedangkan maharnya adalah keislaman suaminya. Hingga Tsabit –seorang

perawi hadits- meriwayatkan dari Anas, “Sama sekali aku belum pernah mendengar seorang wanita yang maharnya lebih

mulia dari Ummu Sulaim, yaitu keislaman suaminya.” Selanjutnya mereka menjalani kehidupan rumah tangga yang damai

dan sejahtera dalam naungan cahaya Islam.

Abu Thalhah sendiri adalah seorang konglomerat nomor satu dari kabilah Anshar. Dan harta yang paling dia cintai yaitu

tanah perkebunan “Bairuha”. Tanah perkebunan itu letaknya persis menghadap masjid. Dan Rasulullah shollallahu ‘alaihi

wa sallam sendiri pernah minum air segar yang ada di lokasi itu, sampai kemudian turun ayat yang berbunyi:

“Sekali-kali belum sampai pada kebaktian yang sempurna sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.”

(Ali Imran:92)

Mendengar ayat ini, kontan Abu Thalhah menghadap Rasulullah. Setelah membacakan ayat tadi Abu Thalhah melanjutkan,

“Dan sesungguhnya harta yang paling saya cintai adalah tanah perkebunan Bairuha. Saat ini tanah itu saya sedekahkan

untuk Allah dengan harapan akan mendapatkan ganjaran kebaikan dari Allah kelak. Maka pergunakanlah sekehendak

Anda, wahai Rasulullah.”

Dan bersabdalah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, “Bakh, bakh itu adalah harta yang menguntungkan dan saya telah

mendengar perkataanmu tentang harta itu dan saya sekarang berpendapat sebaiknya engkau bagi-bagikan tanah itu untuk

keluarga kalian.”

Abu Thalhah pun menuruti perintah Rasululah dan membagi-bagikan tanah itu kepada sanak familinya dan anak keturunan

pamannya. Tak berapa lama Alah memuliakan seorang anak laki-laki kepada pasangan berbahagia itu dan diberi nama Abu

Umair. Suatu kali burung kesayangan Abu Umair mati sehingga Abu Umair menangis dengan sedih. Saat itu lewatlah

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam di hadapannya. Melihat kesedihan Abu Umair, Rasulullah segera menghibur dan

bertanya, “Wahai Abu Umair apa gerangan yang diperbuat oleh burung kecil?”

Namun takdir Allah memang tak mampu diduga. Allah subhanahu wa ta’ala kembali ingin menguji kesabaran pasangan

sabar ini. Tiba-tiba saja, bocah mungil mereka Abu Umair jatuh sakit sehingga ayah dan ibunya dibuat cemas dan repot.

Padahal ia adalah putra kesayangan Abu Thalhah. Jika ia pulang dari pasar, yang pertama kali ditanyakan adalah

kesehatan dan keadaan putranya dan ia belum mereasa tenang bila belum melihatnya. Tepat pada waktu sholat, Abu

Thalhah pergi ke masjid. Tak lama setelah kepergiannya, putranya Abu Umair menghembuskan nafas terakhir.

Ummu Sulaim memang seorang ibu mukminah yang sabar. Ia menerima peristiwa itu dengan sabar dan tenang. Ummu

Sulaim lantas menidurkan putranya di atas kasur dan berujar berulang-ulang, “Innaa lillahi wa inna ilaihi rrji’un.” Dengan

suara berbisik ia berkata kepada sanak keluarganya, “Jangan sekali-kali kalian memberitahukan perihal putranya pada

Abu Thalhah sampai aku sendiri yang memberitahunya.”

Sekembalinya Abu Thalhah, alhamdulillah, air mata kesayangan Ummu Sulaim telah mongering. Ia menyambut kedatangan

suaminya dan siap menjawab pertanyaannya.

“Bagaimana keadaan putraku sekarang?”

“Dia lebih tenang dari biasanya.” Jawab Ummu Sulaim dengan wajar.

Abu Thalhah merasa begitu letih hingga tak ada keinginan menengok putranya. Namun hatinya turut berbunga-bunga

mengira putranya dalam keadaan sehat wal afiat. Ummu Sulaim pun menjamu suaminya dengan hidangan yang istimewa

dan berdandan serta berhias dengan wangi-wangian, membuat Abu Thalhah tertarik dan mengajaknya tidur bersama.

Setelah suaminya terlelap, Ummu Sulaim memuji kepada Allah karena berhasil menentramkan suaminya perihal putranya,

karena ia menyadari Abu Thalhah telah mengalami keletihan seharian, sehingga ia amembiarkan suaminya tertidur pulas.

Menjelang subuh, baru Ummu Sulaim berbicara pada suaminya, seraya bertanya, “Wahai Abu Thalhah apa pendapatmu

bila ada sekelompok orang meminjamkan barang kepada tetangganya lantas ia meminta kembali haknya. Pantaskan jika si

peminjam enggan mengembalikannya?”

“Tidak,” jawab Abu Thalhah.
“Bagaimana jika si peminjam enggan mengembalikannya setelah menggunakannya?” “Wah, mereka benar-benar tidak

waras,” Abu Thalhah menukas.

“Demikian pula putramu. Allah meminjamkannya pada kita dan pemiliknya telah mengambilnya kembali. Relakanlah ia,” kata

Ummu Sulaim dengan tenang. Pada mulanya Abu Thalhah marah dan membentak, “Kenapa baru sekarang kau beritahu, dan

membiarkan aku hingga aku ternoda (berhadats karena berhubungan suami istri)?”

Dengan rasa tabah Ummu Sulaim tak henti-henti mengingatkan suaminya hingga ia kembali istirja dan memuji Allah dengan

hati yang tenang.

Pagi-pagi buta sebelum cahaya matahari kelihatan penuh, Abu Thalhah menjumpai Rasulullah shollallahu ’alaihi wa sallam

dan menceritakan kejadian itu. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Semoga Allah subhanahu wa ta’ala

memberikan barakah pada malam pengantin kalian berdua.”

Benar saja Ummu Sulaim lantas mengandung lagi dan melahirkan seorang anak yang diberi nama Abdullah bin Thalhah

oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam. Dan subhanallah barakahnya ternyata tak hanya sampai di situ. Abdullah

kelak di kemudian hari memiliki tujuh orang putra yang semuanya hafizhul Qur’an. Keutamaan Ummu Sulaim tidak hanya

itu, Allah subhanahu wa ta’ala juga pernah menurunkan ayat untuk pasangan suami istri itu dikarenakan suatu peristiwa.

Sampau Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam menggembirakannya dengan janji surga dalam sabdanya

Aku memasuki surga dan aku mendengar jalannya seseorang. Lantas aku bertanya “Siapakah ini?” Penghuni surga spontan

menjawab “Ini adalah Rumaisha binti Milhan, ibu Anas bin Malik.”

sumber

1. Kisah Islam

2. Muslimah.or.id

Dia adalah belahan jiwamu
tulang rusuk yang menyangga tubuhmu
kita menyebutnya dengan nama
Istri

Iya Istri
Bidadari terindah yang
di kirimkan Alloh untuk kita….

Senyumnya
manjanya
cerianya
juga
cemburunya
adalah Keindahan…….

Dia memberikanmu
Kehangatan Cintanya….

Memberikanmu
sejuknya tatapan matanya….

Juga kenyamanan
berdua dengannya…………

Mengelorakan
Rindu…..

Jika berjauhan dengannya

Itulah Cinta
yang di mekarkan Alloh di hatimu……

Inilah mengapa Islam
Mengatakan
Perhiasan Terindah adalah
Istri Sholeha
Karena tak ada kenikmatan lain
selain menikahi wanita sholeha…..

Di ujung catatan ini
izinkan saya mengajak antum semua
mengenang istri kita
yang saat ini menunggu kita di rumah…
dengan doa-doa ikhlas cintanya

bersama lantunan lagu Geisha
yang saya dengar di DVD mobil saya…

___________________________________

Dia memang hanya dia
Ku slalu memikirkannya
Tak pernah ada habisnya…

Benar dia benar hanya dia
Ku slalu menginginkannya…
Belaian dari tangannya..

Mungkin hanya dia
Harta yang paling terindah
Di perjalanan hidupku
Sejak derap denyut nadiku…

Mungkin hanya dia
Indahnya sangat berbeda
Ku haus merindukannya…

Ku ingin kau tahu isi hatiku
Kaulah yang terakhir dalam hidupku
Tak ada yang lain hanya kamu
Tak pernah ada takkan pernah ada..

-Hamzah Nasution-

Jika kita berbicara hal ini
dengan perasaan
maka tak akan pernah bertemu
yang ada hanya debat
dengan dalil dan logika masing-masing……..

Hal itu lah yang sangat sulit
di lakukan seorang wanita
karena pecahan jiwa raganya adalah
perasaan…..
hanya satu akal yang ada pada
percik-percikan jiwa itu……

Disinilah
di tuntut kesabaran seorang suami
untuk terus-menerus
mentarbiyah istrinya…
agar keimanan yang utuh…
masuk kedalam jiwa lembut istrinya itu…..

Tak boleh ada Pemaksaan di sini……
yang boleh adalah Pemahaman terus menerus
tak kenal henti dan letih…..

Ini Bukan masalah Nafsu….
walau menjelaskan ini
banyak dari sebagian orang menyangsikannya…..
tak mempercayainya…….

Disinilah Urgensinya
DOA……

Agar Alloh memberikan Pemahaman
kepada Istri kita……

Memberikan Keimanan
yang mampu meredam gejolak perasaannya itu….

Inilah mengapa Islam mengatakan….
“Hanya Istri-istri yang mampu memenangkan Imannya lah, yang mengizinkan suaminya menikah lagi….”!!

Sulit memang…..!!
Tapi Mudah jika Menghadirkan Alloh dalam niat kita…!!

Karena sampai kapan pun…
Tak akan pernah ada komposisi berimbang
1:1
antara laki-laki dan wanita…
yang ada adalah jumlah akhwat terus meningkat…

dan Hanya Poligamilah
penyeimbang itu semua…
dan Ini adalah Syariat Alloh
ATURAN LANGIT…….!!

Karena di antara banyaknya akhwat
yang terus berlomba dengan usianya….
mereka mempunyai hak…
untuk mendapatkan perlindungan seorang suami
walau hanya 1/2 nya….2/3nya…atau 3/4nya…
dari hati seorang suami
siapapun engkau…….!!
ada hak mereka disana…!!

Dan ini juga Jihad seorang suami
untuk terus menerus memperbaiki dirinya agar lebih baik lagi…..

kelak jika Amanah itu menjadi ketetapan Takdir…
Tak ada yang terzhalimi di sana…

Di ujung catatan ini
izinkan saya mengajak antum semua
para suami…
untuk terus memperbaiki diri….
meluruskan niat…..
memperbagus akhlak…..

agar ketika detik-detik takdir itu datang…
Istri kita berkata :
“Abi….Subhannallah…Ummi lihat akhwat itu…
sungguh mulia akhlaknya…ummi Ridho…ia menjadi teman Ummi, mendampingi hari-hari Abi…”!!

Dan itu adalah Mimpi kita semua
yang coba kita wujudkan dalam Cita Karena Alloh
agar Poligami di lihat begitu Indah…..
Insya Alloh…

-Hamzah Nasution-

Elegi Esok Pagi

Setiap Kita
Memang tak selalu sama
mendapatkan titipan ini…..

Anugrah Alloh

Cahaya Mata
Buah hati……
Begitu kita mengatakannya……

Tapi yang pasti satu
anak yang kau lahirkan dari rahimmu itu….
Tak pernah meminta
menjadi seperti apa dirinya…..

Disinlah kita menemukan
kadang kaca mata kita
atau sudut pandang kita begitu sempit…..

Ketika Anak yang dititipkan Alloh itu
menurutmu tak sempurna….
dari kebanyakan anak pada umumnya……

Tapi kehendak itu
diluar kehendak anak itu sendiri

Dan hanya tatapan mata nya lah
kita bisa melihat bahasa yang paling jujur….

“aku sebenarnya tak ingin seperti ini bunda…”!!
“Maafkan ananda yang membuat hati bunda letih..”!

Mungkin itu adalah kalimat
jika ia mampu berbicara
padamu

Dititik itulah
kita harus menempatkan hati
seluas mungkin…..

Ada Maksud lain
Alloh menitipkan
amanah itu………

MENINGGIKAN DERAJATMU
disisiNya…..

Dengan kehadiran buah hatimu
yang seperti itu…..

Tak boleh ada kata-kata kasar
pada anak itu…..

Tak boleh ada hinaan pada anak itu……

Cukuplah getar cahaya matanya
yang menyampaikan padamu
bahwa ia
sebenarnya tak ada niat sedetikpun
merepotkan mu…..

Agar kelak
kita tak mendengar
Syair
atau elegi esok pagi
yang di senandungkan anakmu
tentang kesedihan dirinya
akibat sikapmu….

Iya
agar tak ada
elegi esok pagi
yang sedih..

Jika engkau
melihat sepasang suami istri
berusia sepuh
berpegang mesra…
berjalan pagi bersama.

apa yang menyebabkan
cinta mereka bisa bertahan selama itu……

Jangan pernah….
jangan pernah….

engkau membayangkan
mereka menjalani cinta itu dengan mudah.

mereka saat ini
sedang memanen manisnya cinta
di pengujung usia

tapi dalam rentang waktu mereka
ada
mendung dilangit rumahnya
dan ada pelangi
menghias hati mereka

itulah proses
MERAWAT CINTA…..

selalu ada perbaikan disana…
menumbuhkan cinta
yang mekar di hati pasangannya
dengan kebajikan
bukan sekedar kata

Senyum yang lembut,
kata-kata yang baik,
belaian kasih,
saat-saat melayani,
hadiah-hadiah kecil,
hubungan fisik yang intim dan intensif,
perjalanan bersama

adalah kebajikan itu

adalah proses
merawat cinta itu…..

untuk satu tujuan:

merawat jiwanya
merawat cintanya…….

Jika tanpa itu

Percayalah…….

Jiwanya akan terpisah dari jiwamu.

Hubungan akan terasa hambar
yang ada hanya keterpaksaan
sekedar menggugurkan kewajiban……..

Sahabat
Cucilah baju anakmu….
cucillah piring bekas makanmu….
atau pijitlah pundak istrimu

maka engkau saat itu juga
sedang merawat Cintamu
Cinta istrimu

agar esok
yang jalan pagi
disini
ya
disini
engkau dan istrimu…..

dan itu
adalah Cinta
Yang Tak bisa kelain hati

Manis
terasa
di pengujung senja usiamu……………….
dan
yang ada hanya cinta

-hamzah nasution-

Pernahkah
engkau melihat
Lelaki yang tak terlalu tampan
tapi banyak mempesona semua wanita…..

atau sebaliknya
gadis biasa saja
tapi banyak lelaki yang di buat jatuh Rindu
padanya……

Tapi Coba kau lihat
Garis wajahnya
senyum bibirnya
atau
cara berbicara dan sikapnya

semua itu mengeluarkan aura
seperti gelombang magnetik
membuat yang melihatnya menjadi
tertarik
tertegun
dan terpesona…..

inilah fakta
mengapa Camelia lebih memikat Pangeran Charles
di banding Kecantikan Putri Diana
itu……

Banyak orang terheran-heran…

“Saya lebih nyaman berbicara dengannya”
inilah jawaban sang pangeran
mengapa tertarik dengan Camelia.

dan itu fakta

Tapi Kekuatan pesona itu hanya sementara

akan ada kejenuhan disana

tapi Alloh menjelaskan
‘dalam alqur’an
bahwa
Pesona Budi Perkerti
akan terus terpancar
sampai kapanpun….

Seperti Bunda Khadijah
tak ada yang bisa menggatikannya di hati
Muhammad saw
walau seorang aisyah pun…..
padahal ada bentang
usia disana

Sahabat
wajahmu
mungkin banyak yang mengatakan biasa saja
tapi siapa tahu
dia memancarkan pesona

tapi jika pesona
itu
tak engkau hiasi dengan akhlak baik
maka ia akan pudar
seiring bertambahnya umur
pernikahanmu

dan itu adalah
kenyataan
mengapa angka perceraian begitu tinggi di negeri ini

sahabat
sadarlah
wajahmu tak secantik bidadari……
atau setampan yusuf

hanya
pesona budi perketi di hatimulah
yang akan kau bawa sampai mati…

dan membuat istrimu
suamimu
tetap setia
selamanya dalam cinta

-hamzah nasution-

Dalam perjalan bahtera rumah tangga itu…

akan selalu ada
pelangi dan mendung
di langit hati kita,……..

Disinilah
kita laki-laki
suami…..
harus menempatkan akal
di atas perasaan kita….

Jika perasaan yang mendominasi jiwa kita
maka jika mendung itu datang
yang akan terjadi adalah hujan….
hujan air mata….

Inilah mengapa
banyak perceraian terjadi
karena ego yang merupakan bagian perasaan itu
mendominasi jiwamu….
dan akalmu pun tertutup

Jika istrimu marah
dengarlah…..
demi Alloh dengarlah…..

jangan coba-coba
dirimu ikut marah
bahkan lebih marah dari dia……

karena saat itu
istrimu ingin menumpahkan
semua isi jiwanya
dan ia ingin engkau dengar…….
iya…
dengar

seperti ketika Umar bin Khattab
di marahi istrinya
ia hanya diam
mendengarkan
padahal saat itu
Umarlah satu-satunya
Manusia yang setan pun takut padanya
karena ketegasan sikapnya.

Tapi ia hanya diam
diam
menyimak semua keluh kesah istrinya….

“Karena ia telah melahirkan anakku, menjaganya, mendidiknya…..maka marahnya itu, tak sebesar pengorbanan yang ia lakukan untuk keluargaku…”!!

Itulah jawaban
Umar
yang menyetak
kesadaran kita sebagai suami
bahwa menghargai Istri
dengan mendengarnya
adalah kebaikan……..

Pada Umar kita belajar
mengendalikan ego kita……

Karena pada celah itu
Setan akan masuk lewat pembuluh darah kita
mengendalikan perasaan kita…..

dan ujung semua itu
masalah itu menjadi rumit
jika perasaan mu itu mengendalikan jiwamu
maka ucapan
kata “Cerai” dari mulutmu
bisa saja terucapkan
dan jatuhlah Talak itu…..
maka bertepuk tanganlah para setan disana…

karena secara syariat
engkau sudah tak sah lagi
sebagai suami
untuk dirinya….

semuanya karena akal tertutup
oleh perasaan kita
oleh ego kita…….

sahabat
di ujung catatan ini
ketahuilah jiwamu
jiwamu laki-laki
di dominasi akal

jangan biarkan perasaan mu
dikendalikan oleh Iblis dan bala tentaranya….

Karena Kita tak boleh berpisah…..
tak boleh bercerai……..

-hamzah nasution-

ATAS…

Sekumpulan anak-anak TK tampak begitu antusias ketika beberapa guru mereka mengajak ke sebuah taman. Sambil berjalan, mereka bernyanyi dan bersorak gembira. Hingga, tibalah mereka di suatu bangunan menara di areal taman yang penuh bunga.

Seorang wanita yang dipanggil anak-anak Bu Guru tiba-tiba berucap. “Anak-anak, kita akan menaiki tangga melingkar menuju puncak menara. Kalian akan menaiki tangga satu per satu. Hayo, berbaris!” suara sang guru sambil membimbing anak-anak berbaris.

Hampir semua anak-anak mendongak menatap ketinggian menara. Berbagai gejolak rasa pun mulai membuncah di dada mereka. Ada yang mulai pucat. Ada mulai gelisah. Ada juga yang tetap tenang.

Mulailah satu per satu mereka menapaki anak-anak tangga. Beberapa guru mengawasi mereka dari arah atas dan bawah barisan.

Setiba di puncak menara yang tingginya setara tiga lantai bangunan itu, anak-anak diajak guru-guru mereka untuk berpegangan di pagar besi. Seorang guru pun berucap, “Coba kalian lihat ke arah bawah!”

Saat itu, berbagai gejolak perasaan anak-anak yang semula hanya dalam hati, kini mulai tampak dalam wajah dan tingkah mereka. Ada yang tiba-tiba menangis. Ada yang memegangi erat-erat lengan guru-guru mereka. “Takut jatuh, Bu,” suara mereka kompak. Tapi, ada yang tampak santai-santai saja.

Ketika sang guru bertanya ke anak yang tetap tenang, dengan polos sang anak menjawab, “Aku sudah biasa naik tangga, Bu Guru. Kan rumahku di rumah susun tingkat empat!” jawab sang anak sambil senyum.

***

Kepemimpinan adalah keadaan di mana seseorang berada pada posisi atas dibandingkan bawahannya. Dari posisi atas itulah, ia bisa melihat ruang-ruang yang jauh lebih luas daripada orang yang berada di posisi bawah.

Namun, justru di posisi itulah berbagai ketidaknyamanan akan lebih terasa dibandingkan dengan yang dibawah. Ada kekhawatiran jatuh yang mengurangi rasionalitas, rasa panik yang justru bisa melunturkan kehati-hatian, dan lain-lain.

Menarik apa yang diperlihatkan seorang anak yang tetap tenang walau di atas ketinggian. Ia memang sudah terlatih untuk berada di atas. Dan tidak takut jatuh, karena sadar kalau suatu saat ia akan turun dan kemudian naik lagi.

Baginya, atas atau bawah bukanlah posisi istimewa atau sebaliknya menakutkan. Melainkan, posisi wajar sebagaimana ia harus menaiki atau menuruni tangga-tangga hidup. (muhammadnuh@eramuslim.com)

kasihan

LUNA MAYA

+percayakah saudara bila ini luna maya?
-aku tidak percaya bila ini luna maya
+mengapa ngga percaya?
-karen biasanya aurat dia itu terbuka!

+apa pendapatmu tentang luna maya?
-dia wanita yg tidak layak untuk jd teladan anak saya!
+kenapa?
-karena jeleknya lebih banyak daripada baiknya!!
+masih ingatkah kamu ketika nabi isa melihat bangkai anjing,nabi isa berkata”lihatlah bangkai itu smakin membusuk tapi lihat begitu rapih giginya”,
-maksudnya???????????????
+artinya belajarlah tentang kehidupan darimanapun datangnya

+saat ini dia kabarnya dirundung masalah karena mencaci wartawan yg kerap mengganggunya
-sedikitpun aku ngga perduli!!!
+kenapa ??????????????????????
-karena dia bukan bagian dari da’wah kami!!
+ingatkah kamu apa sabda nabi:”kami diutus bukan untuk mencaci tapi untuk mengasihi

+apakah mungkin dia menjadi muslimah sejati????
-tidak mungkin!!!dan sangat tidak mungkin
+kenapa????????????????????????
-karena tak ada tanda sedikit untuk itu!!!!
+masih ingatkah kamu,banyak sahabat nabi yang awalnya membencinya tapai berkat hidayahNyA dia berbalik menjadi pembelanya

-lalu apa maksudmu mengajak aku bebicara tentang luna maya?????
+sebenarnya aku hanya ingin mengajakmu berdoa :”YA ALLAH BERILAH SAUDARI LUNA MAYA HIDAYAHMU,YA ALLAH BERILAH LUNA MAYA KEMUDAHAN UNTUK MENDENGARKAN PETUNJUKMU,YA ALLAH ……YANG MAHA MENDENGAR AKBULKANLAH DO’A KAMI.AMIN”

-Asep Santo-